Pentingnya Wibawa Guru

Wibawa Sang Guru

Wibawa dan kehormatan seorang guru adalah hal mutlak yang harus dijaga. Menjaga Wibawa dan kehormatan membutuhkan ketegasan dan juga kelemah lembutan. Setiap siswa dan juga rekan guru dan masyarakat juga berkewajiban untuk menjaga kehormatan dan wibawa seorang guru begitupun guru yang bersangkutan tentunya. Wibawa seorang guru akan sangat membantu dalam mempermudah proses belajar mengajar.

Ketegasan tersebut harus terukur dan objektif sehingga setipa murid mampu dan merasa berkewajiban untuk menjaga wibawa seorang guru. Penegakan aturan dalam kelas diperlukan agar semua aktifitas belajar mengajar berjalan lancar. Aturan yang berlaku menyesuaikan situasi kondisi setiap kelas.

 

Aturan-aturan kelas:

1. Mencatat

   Setiap siswa harus mencatat materi dari guru dan siswa yang tidak melengkapi catatannya harus diberi  ganjaran seperti   peringatan pertama dengan menulis di buku tulis kalimat "untuk mengikuti pelajaran saya akan melengkapi catatan" sebanyak 50 baris  dan    jika kemudian hari ternyata masih mengulangi maka siswa tersebut dikeluarkan dari kelas dengan tuga melengkapi catatan.

2. Tidak terlambat masuk kelas

   Jika terlambat 5 menit maka ganjarannya adalah jalan jongkok sebanyak 5 kali, jika terlambat 6 menit maka jalan jongkok sebanyak 6 kali, dst dan jika 10 menit  dan selebihnya maka hukumannya adalah denda 2 ribu dan jika tidak dibayar maka  tidak ikut quiz dan nilai mengikuti nilai terendah. Dan jika terlambat diulangi lagi sementara denda  tak juga dibayar maka yang bersangkutan tidak boleh masuk kelas.

3.  Tidak Terima Telepon

Jika pun harus terima telepon ketika proses belajar mengajar maka siswa harus meloudspeaker kan agar terdengar jelas bahwa telepon tersebut sangat penting dengan durasi paling lama satu menit. 

4. Tidak melihat handphone ketika guru menerangkan

Siswa yang kedapatan melihat handphone ketika guru menerangkan haruslah mengulangi yang diucapkan sang guru dan jika tidak berhasil mengulangi maka hp harus ditarik sementara dan dikembalikan jika proses belajar mengajar membutuhkan hp atau ketika akan pulang. Ketika Istirahat hp dapat diambil sementara.

5. Tidak ada suara handphone

Suara hp hanya boleh terdengar jika memang diijinkan guru dan jika  suara masih terdengar stelah peringatan maka hp harus ditarik sementara dan dipulangkan jika dirasa perlu seperti akan pulang.

 6. Tidak main game selama di ruangan kelas

Bagi yang main game maka hp harus ditarik dan dikembalikan jika diperlukan dan ketika akan pulang. Jika siswa keberatan maka siswa dipersilahkan keluar.

7. Tidak Memegang HP bagi yang nilainya buruk

Bagi yang mendapat nilai quiz 0, maka tidak dizinkan untuk memegang handphone hingga satu jam sebelum bel pulang.

 8. Tidak berbicara ketika guru menerangkan materi

Siswa yang berbicara ketika guru menerangkan dan ketika diminta untuk mengulangi yang telah dirterangkan guru maka siswa harus berdiri di tempat selama 10 menit. 

 9. Tidak menunjukkan sikap hormat saat ritual pulang

Siwa  yang tidak memberi sikap hormat saat ritual pulang maka siswa tersebut tidak perlu  masuk kelas di lain hari sebelum menulis kalimat “Saya akan menghormati guru saya  sebanyak 50 baris”

Pengalaman menunjukkan bahwa murid yang tidak bisa ditertibkan tidak layak untuk berada di ruang kelas, karena murid tersebut hanya akan merusak suasana kelas. Tegas dan penuh kelemah lembutan adalah hal mutlak di lakukan guru. Dan mengikuti aturan adalah kewajiban siswa agar proses belajar mengajar berjalan maksimal.


Komentar