Mengagunkan Motor Yang Tidak Bayar Pajak

Proses Pengajuan Pinjaman di Mandala Finance Dengan Motor Beat Pop Yang Belum Bayar Pajak

Uang memang menjadi hal yang dicari manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan untuk bersosialisasi pun kita tak akan lepas dari yang namanya uang. Kehatia-hatian menggunakan uang adalah hal yang harus dibiasakan karena menggunakan uang dengan sembrono justru mejadikan uang  sebagai bumerang. Namun kemalasan dan ketidak gigihan dalam mencari uang mengakibatkan kekurang uang, dimana kebutuhan lebih besar dari pemasukan. Mencari peminjaman adalah hal yang lumrah dalam kehidupan manusia dan dengan begitu lembaga yang memfasilitasi kebutuhan ini bermunculan di mana pun di belahan dunia ini seperti misalnya Mandala Fianance, Tbk sebuah perusahaan pembiayaan yang besar dengan cabang tersebar di banyak provinsi di Indonesia. 

Sebagai seorang yang pernah mengajukan pinjaman di Mandala Finance maka kesan pertama adalah kemudahan dalam peminjaman yang cukup memuaskan. Bahkan perusahaan ini akan membantu anda untuk memperoleh pinjaman sekalipun kendaraan yang anda agunkan dalam keadaan belum bayar pajak. Saya sendiri mengajukan pinjaman dengan pajak kendaraan bermotor roda dua yang sudah mati pajak selama tiga tahun bahkan akan ganti plat dua bulan lagi. Sebagai informasi, kebanyakan lembaga peminjaman tidak akan memfasilitasi situasi seperti ini.

Singkat cerita, ketika itu saya sangat membutuhkan uang dan coba gugling dengan kata kunci peminjaman dengan agunan motor yang mati pajak, alhasil ketemulah BFI. Selang beberapa jam kemudian di pagi yang cerah tersebut saya meluncur ke lokasi kantor BFI. Setelah tiba di Mega Land di jalan Sang Naualuh, namun saya malah iseng iseng ke Mandala untuk nanya naya dulu sebelum nantinya ke BFI yang  ada di depannya. Setelah ngobrol dengan pegawai atau karyawan perusahaan yg ternyata bagian debt kolektor maka saya diarahkan ke seorang marketing bernama Handika. 

Tanpa ragu saya putuskan  untuk meminjam di Mandala saja terlebih si marketing berkata akan ada uang agen mantis yang akan diberikan sebagai uang agen. Karena saya tidak pakai agen maka akan memakai akun mantis orang lain dan sesuai omongan si marketing hanya dipotong 100rb saja sebagai ongkos memakai akun mantis orang lain (realisasiya si marketing malah memotong sekitar 200rb karena untuk pinjaman 7 juta akan dapat uang agen sekitar 300rb). Ketika itu dengan sangat yakin sang marketing berkata bisa mendapat pinjaman 9 juta dipotong 1,3 juta untuk biaya bayar pajak 3 tahun (dengan semua dendanya tentunya) dan berkata bahwa untuk plat harus nunggu dua minggu lagi. Saya tidak keberatan dan mengisi data di formulir sebagai tanda bersedia untuk didatangi bagian survey. Tidak lupa bagian markting mengingatkan bahwa suami istri harus ada di tempat ketika team survey tiba di rumah.

Bagian survey datang ke rumah kira kira jam dua hari itu juga. Setelah basa basi sebentar bagian survey menyanyakan untuk apa uang pinjaman digunakan. Pertanyaan orang survey begini adalah normal dan dengann jawaban yang sudah dipersiapakan sebelumnya maka surveyor tersebut menerima alasan peminjaman tersebut namun ternyata uang yang bisa dipinjamkan pihak Mandala hanya sebesar 7 juta rupiah. Meskipun tidak sesuai harapan diawal, nominal tersebut masih lumayan dibanding dengan perusahaan pembiayaan lain.

Yang pasti alasan peminjaman haruslah sesuatu yang bersifat prduktif bukan yang konsumtif. Dokumen pun diberikan untuk ditandatangani yg menunjukkan suami istri mengetahui peminjaman dengan agunan kendaraan roda dua Honda Beat Pop tahun 2017. Ternyata domisili di KTP tidak sesuai alamat rumah dan untuk itu surveyor berkata akan ada dua dokumen yang harus ditandatangani ttg masalah domisili yang tak sesuai KTP. Satu dokumen untuk saya dan satu untuk istri dan dikenakan biaya 2 x 50 ribu (dibayar setelah uang cair).

Hari pencairan pun tiba tepat sehari setelah surveyor menyelesaikan tugasnya menginspeksi kelayakan calon debitur. Pencairan dilakukan secara cash karena tidak adanya pemberitahuan sebelumnya untuk transfer uang pinjaman. Sebelum pencairan si marketing mengatakan adanya pemotongan 200rb untuk jaga jaga biaya tambahan pengurusan dengan memberikan selembar kertas yang berisi kesediaan dipotong 100rb ,atau 150rb atau 200rb. Namun yang aneh adalah kita diarahkan untuk memilih jawaban 200rb. Setelah memilih jawaban 200rb kemudian harus menandatangani selembar kertas tersebut.  Kira-kira dua jam (setelah proses menunggu dan menyetujui potongan 200rb) saya dipanggil bagian kasir dan uang pun cair sebesar 7 juta dikurang biaya pajak dan urus plat sebesar 1520rb dan  dipotong uang jaga-jaga mengantisipasi biaya tambahan sebesar 200rb. Kemudian setelah uang diterima si marketing meminta uang dokumen untuk ketidaksesuaian domisili dengan KTP sebesar 100rb. Total uang yang diterima sebesar 4980rb.Namun setelah pengurusan STNK selang beberapa hari kemudian uang jaga jaga dikembalikan 100rb. Jadi total uang yang berhasil diperoleh sebesar 5 juta 80rb. Catatan, uang terimakasih buat si marketing sebesar 30rb tidak dimasukkan sebagai potongan karena merupakan inisiatif pribadi, yang jika dihitung maka total uang yang saya bawa pulang sebesar 5 juta 50rb.

Yang menjadi aneh atau jadi tanda tanya adalah Uang Pembayaran di STNK adalah 1.125rb sementara kata orang samsat yg jadi koneksi si marketing biaya yang akan dikeluarkan sebesar 1.300rb. Nah apakah ini lazim ketika yang mengurus adalah kita sendiri? Jika tidak maka sisa uang sebesar 175rb tersebut untuk apa?  Begitupun untuk mengurus Plat Polisi yang dianggarkan sebesar 220rb ternyata hanya 160rb sesuai pernyataan si marketing ketika mengembalikan uang 100rb dari 200rb uang jaga jaga dan 160rb tuk mengurus Plat. Uang plat ini saya tolak karena mengurus pajak dan plat sudah jadi urusan si marketing sesuai dengan kesepakatan awal. Untuk mengurus plat biasanya ada uang menggesek nomor rangka dan nomor mesin yang biasanya sebesar 10rb. Jadi biaya total mengurus Plat hanya 180rb, nah sisa uang sebesar 50 rb kemana? Belum cukup dengan itu ternyata uang jaga jaga juga harus tergerus sebesar 100rb. jadi total ada 320 ribu rupiah yang menjadi uang yang tak jelas perinciannya. Merasa biaya ini kemahalan saya minta rincian pengeluaran dari si marketing  dan dengan ringkas si marketing menuliskan bahwa 50 ribu sebagai biaya urus pajak kereta. Jadi total ada 270rb yang tidak jelas rinciannya. 

Pada bulan september saya terpaksa mengantar kembali STNK untuk menagih janji si marketing untuk mengurus Plat . Sebagai catatan saya senang jika ini berhasil karena biasanya pengurusan Plat harus berbarengan dengan pembayaran pajak kendaraan di tahun berjalan. Kenyataannya, pengurusan plat tidak berhasil karena memang harus membayar pajak kendaraan dan si marketing meminta uang tambahan 360rb. Yang lebih mengesalkan si marketing bilang uang yang kembali adalah 160rb dan karena kesal saya bilang bahwa uangnya untukmu saja karena jika saya terima itu adalah penghinaan buat saya. Kesepakatan di awal biaya pengurusan plat adalah 220rb dan jika gagal maka sewajarnya  harus dikembalikan sebesar 220rb juga. Akhirnya setelah beberapa hari si marketing mengembalikan 220 rb tersebut dan solusinya saya akan bayar sendiri dengan meminta fotocopy BPKB dan surat keterangan untuk pengurusan ke samsat.

Sebenarnya kebutuhan untuk meminjam ini selain kebutuhan yang mendesak juga fakta bahwa pajak kendaraan yang tidak bayar dua tahun akan dianggap sebagai kendaraan bodong. 

Catatan:  
Marketing Plin-plan
Awalnya pengurusan plat tidak disanggupi karena nunggu dua minggu lagi namun setelah uang pasti cair setelah persetujuan surveyor maka marketing mengatakan bisa diurus plat sekalian dengan pajak tentunya yang pada kenyataannya ternyata pengurusan plat tetap harus menunggu bulan september yaitu sebulan sebelum Plat Polisi kadaluarsa. Entah apa yang ada di benak si marketing ini sehingga plin plan begitu? 

Tidak Transparan
Ternyata seiring waktu ditemukan dalam chat wa bahwa orang samsat koneksi si marketing mengatakan biaya urus pajak dan plat dengan menggunakan ktp pemilik sebesar 1,57jt (jika tanpa ktp pemilik atau istilahnya tembak maka tambah 150rb) yang kemudian si marketing mengatakan hanya 1,52jt pada saya.  Ternyata belakangan menurut catatan rincian si marketing uang 50 ribu rupiah adalah uang untuk biaya mengurus pajak motor. 

Buru-buru dan terlalu percaya
Seandainya saja tidak langsung menyetujui meminjam hari itu juga maka waktu untuk membuat akun mantis bagi pihak ketiga sebagai tempat menarik uang agen akan tersedia sehingga tidak perlu bergantung pada kejujuran si marketing untuk tdak memotong terlalu banyak jika menggunakan akun mantis temannya. Kenyataannya kejujurannya tidak terbukti. 

Saran:
Jika memang memungkinkan lebih baik untuk meminjam uang dari keluarga terdekat dahulu untuk mengurus administrasi kendaraan yg akan diagunkan tersebut baru kemudian mendatangi perusahaan pembiayaan untuk proses peminjaman. 









Sekian..






  

Komentar